Kejadian itu terjadi begitu cepat. Dada Toto Hendarto bergemuruh, lalu tiba-tiba saja ia mengalami sesak napas, dan terjatuh di lantai kamar tidur. Saya akan mati, batin Toto. dengan tenaga yang tersisa, pria 47 tahun itu merangkak ke pinggir jalan raya yang berjarak 20 meter dari rumahnya.

Pada siang itu ia sendirian, anggota keluarga lainnya sedang bekerja dan sekolah. Ia meminta tolong dengan isyarat melambai-lambaikan tangannya. Tetangga yang melihat lambaian tangan Toto pun segera membawa Toto ke rumah sakit.

Di ruang gawat darurat, dokter sedang memeriksa kesehatan Toto. Hasilnya sungguh mengejutkan : kandungan gula darah 770 mg/dl, kandungan gula normal pada pria dewasa 110-160 mg/dl dikarenakan kandungan gula darah sangat tinggi, dokter yang memeriksa mengatakan, bahwa saya seharusnya telah tidak bernapas lagi, kata Toto.

Kelahiran 6 januari 1962 itu menjalani opname selama 8 hari. Di rumah sakit ia melakukan diet karbohidrat, protein, serta gula. Pada saat kembali ke rumah, ia teratur mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter. Sayang, kandungan gula darah tidak juga turun walaupun sudah 1 tahun ia rutin mengkonsumsi obat antidiabetes mellitus. Pada saat pagi hari usai salat Idul Fitri, ia bertemu dengan teman yang menyarankan untuk mengonsumsi virgin coconut oil ( vco ).

Alumni Universitas Negeri Yogyakarta itu pun ragu. Masa saya diberi minyak, jangan-jangan nantinya malah kolesterol yang naik, ucap Toto. namun, setelah teman waktu semasa SMP meyakinkan, Toto akhirnya mau mencoba vco. Ia mengonsumsi 1 sendok makan vco 2 kali sehari. Setelah menghabiskan 5 botol-masing-masing 80 ml, ia merasa badannya lebih sehat dan tidak mudah mengantuk seperti sebelum mengkonsumsi vco.

Pada saat ia memeriksakan diri ke dokter. Ternyata kandungan gula darah mendekati ambang normal : 180 mg/dl. Pengecekan terakhir 2 bulan yang lalu, kadar gula darahnya pun menjadi normal.

Riset ilmiah
Vco dan kolesterolTurunnya kandungan gula darah Toto bukanlah kebetulan belaka. Berbagai riset ilmiah menunjukkan keampuhan vco dapat mengendalikan kandungan gula darah. Prof Dr Bambang Setyaji, ahli vco dari Universitas Gadjah Mada, mengatakan bahwa minyak kelapa itu memiliki kandungan asam lemak jemu rantai tengah ( medium chain fatty acid atau mcfa ) tinggi, terutama asam laurat 43-53%. menurut Dr M Masjhoer Ms Med SpFK, ahli farmakologi klinis di Universitas Diponegoro, MCFA dapat merangsang dan dapat meningkatkan kekuatan sel ß pankreas pada saat memproduksi insulin.

Hal tersebut sejalan dengan penelitian Shinta Febriana Yustisiari, dari Falkutas Kedokteran dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah. Ia menguji 25 tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I yaitu kontrol negatif, diberi 2 ml akuades. Yustisiari memberikan vco berdosis 0, 57 ml, 1, 13 ml, serta 2, 27 ml per 100 g bobot tubuh masing-masing kelompok II, III, dan IV. Sedangkan kelompok yang terakhir diberi glibenklamid-obat antidiabetes.

Dalam riset itu dapat membuktikan bahwa, pemberian vco dapat menurunkan kadar glukosa darah seperti halnya glibenklamid. Menurut Dr dr Indwiani Astuti, peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, sifat antioksidan vco juga dapat melindungi pankreas, sehingga kinerja pankreas menghasilkan insulin yang tetap prima. Pasokan insulin lancar, glukosa darah pun terkontrol.

Adakah Kolesterol Dalam VCO?
Dua tahun terakhir, memang banyak periset menguji secara ilmiah khasiat dari vco. Pada tahun 2005, pada saat vco menjadi trend, kesembuhan pasien hanya bukti empiris. Saat ini duduk perkara kesembuhan itu semakin gamblang setelah banyak periset peneliti vco. Periset lain yang membuktikan akan khasiat vco yaitu Raden Parsaulian Tambunan dari jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada. Dalam uji praklinis, vco terbukti antikolesterol.

Ia membagi tikus putih Rattus Norvegicus dalam 2 kelompok. kelompok I terdiri atas 4 ekor sebagai kontrol. kelompok II, 8 tikus, dikondisikan hiperlipidemia dengan kata lain berkolesterol tinggi melalui pemberian makanan yang tinggi kolesterol selama seminggu. Kadar kolesterol melonjak menjadi 125%. Kelompok II kemudian dibagi menjadi 2 subgrup : pertama diberi 0, 06 ml vco per hari ; subgrup kedua, hanya diberi makanan tikus biasa tanpa diberikan vco. Dan ini dilakukan selama 30 hari.

Setelah diberikan vco, akhirnya kolesterolnya pun turun hingga 52, 10%. Bandingkan dengan kelompok tanpa diberikan vco, penurunannya hanya 48, 61% pada saat makanan berkolesterol tinggi dihentikan. Menurut Tambunan, senyawa fenolik di dalam vco berperan menurunkan kadar kolesterol. senyawa itu menghalangi kerja HMG-KoA reduktase, enzim yang berperan dalam biosintesis kolesterol. Dampaknya adalah laju pembentukan kolesterol lambat dan terjadi penumpukan kolesterol didalam darah berkurang.

Pantas saja, apabila abdul hadi, pengidap kolesterol tinggi, 350 mg/dl-normal 200 mg/dl-akhirnya sembuh setelah rutin mengonsumsi vco. Tingginya kadar kolesterol itu buah dari kegemarannya mengonsumsi gorengan.

manfaat kesehatan vcoHasil pemerikasaan menunjukan bahwa hadi mengalami penyumbatan arteri dengan kata lain arteriosklerosis yang disebabkan akibat tingginya kadar kolesterol. Pascaopname selama 2 minggu, Abdul Hadi pulang membawa setumpuk obat-obatan penurun kolesterol. Tiga bulan rutin mengonsumsi obat-obatan dan menjauhi makanan berlemak, arterinya tetap saja tersumbat.

Terlebih lagi kadar kolesterol darah membumbung : 400 mg/dl, itu yang mengakibatkan dadanya kembali terasa sesak. Jalan penyembuhan itu terbentang ketika hadi bertemu teman yang menyarankan untuk mengonsumsi vco sebelum makan, ia mengonsumsi satu sendok vco. Hasilnya sangat menggembirakan. sebelas minggu berlalu, ia merasa sangat nyaman. Sembuhkah? begitulah hasil pengecekan laboratorium. Kadar kolesterolnya normal.

Virgin Coconut Oil Sebagai Antibakteri
Khasiat vco tidak berhenti di situ saja. Minyak kelapa itu juga mampu menangani candidiasis vagina dengan kata lain keputihan. Hery Winarsi, peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, membuktikannya melalui uji klinis pada 30 wanita penderita keputihan. Winarsi memberikan vco yang digunakan pada pasien selama 2 bulan.. Sepuluh orang mengonsumsi dengan dosis 1 sendok makan ; 10 orang, mengkonsumsi 2 sendok makan per hari. sisanya mengonsumsi vco saja, dosis 2 sendok makan per hari.

Hasilnya, vco plus seng ( zn )ampuh menekan pertumbuhan bakteri penyebab keputihan seperti Streptoccoccus, Klebsiella, dan Escherichia Coli. Pertumbuhan mereka berturut-turut dapat ditekan 53, 6%, 76, 2%, dan 47, 2%. Penurunan pertumbuhan bakteri itu juga diikuti oleh turunnya pH sekret vagina, dari 6 menjadi 5, 1. Keberadaan bakteri-bakteri patogen itu dapat meningkatkan ph vagina. Akibatnya Cendawan Candida Albicans, penyebab keputihan, tumbuh subur.

Vco menekan pertumbuhan bakteri karenakan kandungan asam laurat bersifat antibakteri. menurut Winarsi menambahkan seng pada vco menambah imunitas. Wanita adalah kelompok yang sering mengalami defisiensi seng sehingga mudah terkena infeksi. Seng dibutuhkan sebagai komponen membran sel dan enzim antioksidan, serta aktivasi dan proliferasi sel T. Dengan meningkatkannya fungsi imunitas, tubuh tidak mudah terinfeksi patogen.

Membuktikan Manfaat Virgin Coconut Oil

Masukkan email anda, dapatkan info,
Dan Promo Produk Gratis

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Masukkan email anda, dapatkan info,
Dan Promo Produk Gratis

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.